Minggu, 12 Februari 2012

Ego sesaat *rambutan; Jeritan hati



Ego sesaat

Setelah shalat isya,,, aQ t'ingat sebuah kejadian mengecewakan tadi siang d tempat kerja. Sebelum aq tidur, aq ingin menulis beberapa kisah pahit ini dan beberpa pelajaran yang bisa aq dapatkan dari kejadian ini.

Aq dapat beberapa kutipan sifat orang tua di sebuah media yg menyebutkan sebagai berikut:
Sikap orang tua: 1. Ikhlas Mencintai, 2. Ikhlas Memberi, 3. Sabar membimbing, 4. Ngalahan dengan anak, 5. Tak Berharap Balasan.

 Aq sudah anggap dia itu seperti ibuku, berhubung aq ini tinggal jauh dari ibu, jd dialah pengganti ibuku selama ini. dari kriteria seorang ibu yg kukutip di atas, sebenarnya dia memiiki sifat tersebut, tapi pada waktu istirahat tadi aq heran, kenapa sifat-sifat yang terkutip itu tidak ada sedikitpun yang tercermin pada dirinya.

1. ikhlas mencintai, aq tak tau selama ini apa benar ia mencintai kami semua yg ada di tempat kerja dengan cinta yg sama dberikan kepada seluruh karyawan, terutama padaku???

2. Ikhlas memberi, apakah setiap pemberian yang diberikan kepada kami selama ini diberikan dengan ikhlas???

3. Sabar membimbing, sebagai orang awam yg msh butuh beberapa bimbingan terutama bimbingan agama dari beliau, apakah masih bisa di dapatkan keikhlasannya untuk kami??

4. Ngalah dengan anak, apa hari ini dia mencermikan seperti itu??? oh,, no,,,

5. Tak berharap balasan, dengan keikhlasan pastilah tidak ada sedikitpun balasan yang diharapkan, tapi apa semua hal positif yg telah ia berikan kepada kami, ia tidak mengharapkan balasan dari semua itu???

Inilah semua pertanyaan yg aq sempat terpikirkan saat itu, apakah semua ini terjawab YA atau TIDAK???

Aq sebagai seseorang yang lebih mudah dari beliau, pasti lebih menghormati beliau walaupun jujur aq pernah membuatnya kecewa atas sikapku tapi aq jadikan semua itu pelajaran bagiku supaya aq tidak melakukan hal yang sama lagi.Tapi entah kenapa tadi siang, orang lagi pada istirahat, lagi pada seneng, eh..eh...eh... beliau datang memecahkan kebahagiaaan kami dengan sikap kasarx (*menurut aq ya,,,).

Aq mengerti diriku ini adalah anak yang kurang berada, tapi jika soal seperti ini, aq benar-benar merasa terinjak-injak. Emosiku sempat melunjak, tapi dengan kesabaran hati, semua aq atasi dg lapang dada walaupun kalau boleh jujur, hatiku benar-benar sakit sampai-sampai kejadian ini aq ceritakan ketemanku kalau aq bener-bener sakit hati.
Ini memang hal sepeleh, tapi jika menyangkut kejadian seperti tadi bener-benar menyakitkan.

Aq merasa, aq bener-bener gak punya apa-apa yg bisa aq banggakan,,
Aq bener-bener merasa kalau aq ini orang yang benar-bener miskin dalam hal materi hingga aq diperlakukan seperti ini,,
Aq merasa, aq ini orang yang tidak punya harga diri,,

Air mataku sempat keluar dari sele-sela mataku hingga sekarang saat aq menulis kisahku ini, dengan kesabaran hati aku lalui semua dengan lapang dada. Aku berbisik di dalam hati, dengan pengalaman ini aq ingin melakukan hal-hal yang positif kepada orang lain, menjadi orang yang bermanfaat di mata orang lain, supaya aq ini bisa dihargai. Aq tidak mau harga diriku terinjak-injak hanya karena hal sepele aja. Aq berharap, semoga tidak ada orang lain yg merasakan hal yang sama seperti yang aq dapatkan siang ini.

Dengan kejadian ini, aq memperoleh sebuah kesimpulan bahwa sebaik apapun seseorang di depan kalian, tapi sikap seseorang itu seperti telapak tangan yg mudah aja di bolak balikkan.

Dengan hal sekecil ini, mungkin beberapa orang tidak menganggapnya sebagai masalah besar, tapi bagiku ini menyangkut PERASAANKU. Sejelek apapun parasku, seburuk apapun sikapku tapi, aq tetap memiliki PERASAAN ingin dihargai walau cuman sedikit. Aq tidak berharap u/ dihormati, disenggani, atau apapun itu, tapi cukuplah kamu jaga perasaan aq dan aq tidak berharap banyak ko', cukup perasaan ikhas dalam menjalani hubungan ukhuwah yang diberikan kepadaku. Aq memang tidak punya banyak harta, tapi aq harap tolong jaga perasaanku.

Salah satu temenku menyampaikan supaya dia ditegur pada saat melakukan hal yang berlebihan pada beliau, aq_pun menyampaikan hal yang sama kepadanya. Semoga hal ini tak terulang lagi, hal kecil yang bagiku ini sangatlah bermasalah.

Ya Allah, maafkanalah hambaMu ini, aq tahu aq sangat egois tapi, sikap beliau tadi tidak bisa aq terima saat itu tp aq sudah ikhlaskan ko' sekarang. Aq tidak membenci beliau, aq tetap sayang kepada beliau, aq menyimpan kejadian ini dalam hati supaya kejadian ini tidak terulangi lagi. Supaya kelak aq tau diri aja di saat mendapatkan sesuatu dari seseorang.

*rambutan :'(

Tidak ada komentar: